Mobil
moko yang diproduksi Pt. Industri Nasional Kereta Api dan Provinsi Sulawesi
Selatan yang diprioritaskan untuk membantu usaha mikro kecil saat ini kembali
akan dikembangkan menjadi mobil bertenaga surya atau mobil hybrid yang ramah
lingkungan. Mobil moko ini nantinya akan dikembangkan oleh Univeritas
Hasanaddin (Unhas). Kesiapan Unhas mengembangkan moko ini sebenarnya telah
dituang dalam Memorandum of Understanding (Mou) yang diteken saat perayaan HUT
Sulsel lalu. namun karena materil baru didatangkan sehingga baru akan dimulai
kembali.
Salah
satu sistem yang dikembangkan yakni, pemanfaatan tenaga matahari. "Karena
mobil ini ada yang diperuntukkan untuk
niaga atau toko, maka yang perlu disentuh adalah pemakaian bahan bakar. Harus
lebih irit, kita berpikir menjadikannya sebagai mobil tenaga surya," jelas
Pembantu Rektor III Unhas, Prof. Dr. Nazaruddin Salam, MT. Dia pun menguraikan,
masih banyak kelemahan yang dimiliki Moko. Tiga komponen utama sebuah mobil,
yakni mesin, chasis dan interior harus dipoles. Moko kata Nazaruddin, kalah
kelas dari mobil komersil buatan Jepang atau Eropa. Karena itu, Unhas sebagai
lembaga pengembangan siap memoles teknologi Moko. "Kita punya jurusan
mesin, dan mereka siap mengembangkan dan menyempurnakan Moko menjadi mobil yang
digemari," jelasnya.



0 comments:
Post a Comment