Program
Riset Nasional yang ditujukan untuk membuat Mobil Nasional dimulai pada tahun
2001, dalam program ini pembuatan mesin diserahkan kepada BPPT (yang sebelumnya
sudah memiliki proyek pembuatan mesin kecil untuk pedesaan) dan pembuatan mobil
diserahkan kepada PT. INKA.
Mobil
hasil riset ini dinamakan GEA yang merupakan singkatan dari Gulirkan Energi
Alternatif. maksud penamaan GEA tersebut adalah semangat untuk menggunakan
energi
alternatif
terkait dengan ancaman krisis energi, GEA merupakan mobil ramah lingkungan
karena menggunkan bahan bakar gas.
Kepala
Humas PT. INKA Fathoer Rosyid menyebutkan bahwa mobil GEA ini sudah diuji coba
sejauh 10.000 km.
Karena
mobil dengan diameter ban berukuran 13 inci ini merupakan mobil mini,
dashboard-nya didesain minimalis. Panel kecepatan diletakkan di bagian tengah.
Dalam panel ada jarum penunjuk kecepatan , indikator bahan bakar, temperatur,
oli, dan lampu.
Untuk
membuka dan menutup kaca pintu depan dilakukan secara manual , kaca pintu
bagian belakang dioperasikan dengan mesin dari pintu kemudi. GEA hanya
punya tiga pintu, satu berada di sisi kemudi dan dua lainnya di samping kiri,
untuk menaruh barang di bagasi, harus dilakukan dari dalam mobil.
Sementara
lampu depan dibikin besar (dengan lubang angin untuk mesin di antara 2 lampu
depan besar tersebut) , lampu belakang dibuat bergaya minimalis. Semuanya
ramping dengan tiga susunan lampu berbeda. Masing-masing berwarna kuning, putih,
dan merah.
GEA
sukses Dalam uji ketahanan mobil selama 100 jam nonstop. Kondisi jalan saat
pengujian itu dibuat semirip mungkin dengan keadaan sehari-hari. Saat mobil melaju
di jalan bebas hambatan, putaran mesin tinggi dikombinasikan dengan beban
rendah. Sebaliknya, pada jalan menanjak dan putaran mesin rendah, beban yang
ditanggung ditinggikan.
Sepanjang
uji ketahanan itu, tenaga mesin tetap stabil. Ini artinya dari segi material
dan geometri tidak ada masalah pada mesinnya. Selama 100 jam itu, mesin
bertahan dengan daya torsi yang stabil dengan rata-rata daya 10,5 kW dan torsi
30 Nm. Saat digeber, prototipe GEA itu bisa berlari dengan kecepatan maksimum
90 kilometer per jam.
Setelah
lolos uji ketahanan, mesin GEA masuk trial production. Tes ini dilakukan di PT
Nefa di Tegal, Jawa Tengah, yang berpengalaman membuat mesin diesel. Targetnya
adalah menghasilkan mesin skala produksi dengan kualitas yang tidak jauh berbeda
dengan prototipenya. Hasil uji produksi mesin juga sudah berhasil. Tahun 2008
telah dihasilkan lima mesin. Salah satunya dikirim ke Inka.
Mobil
GEA dibanderol seharga 45-50 juta, mobil ini telah diluncurkan di awal bulan
tahun 2011




0 comments:
Post a Comment